Home Halaman
SEJARAH KECAMATAN JEJANGKIT
1. SEJARAH SINGKAT KECAMATAN
Kecamatan Jejangkit berdiri sejak Tahun 2004 yang merupakan hasil dari Pemekaran Kecamatan Mandastana yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 23 Tahun 2004, tanggal 30 Maret 2004 dan diresmikan pada tanggal 21 Nopember 2005. Kecamatan Jejangkit berlokasi di Desa Jejangkit Pasar, yang dimana Kecamatan Jejangkit merupakan Kecamatan termuda di wilayah Kabupaten Barito Kuala.
2. ALAMAT KANTOR KECAMATAN
Kecamatan Jejangkit Beralamat di Jalan Pendidikan No 21 Rt 06, Desa Jejangkit Pasar, Kecamatan Jejangkit, 70581, Telp. 05117479577/0811511212, Email : [email protected]
3. LETAK GEOGRAFIS KECAMATAN
Secara Astronomi Kecamatan Jejangkit terletak pada 03º24ʹ38ʺ LS dan 114º29ʹ16ʺ BT. Kecamatan Jejangkit merupakan bagian atau salah satu Kecamatan di Kabupaten Barito Kuala yang terletak tidak jauh dari pusat pemerintahan kabupaten Barito Kuala, mempunyai penduduk sebesar 6.780 jiwa dengan luas wilayah 219 KM2 dan merupakan daerah pasang surut yang mempunyai ketinggian ½ (setengah) meter dibawah permukaan laut.
Secara geografis, letak wilayah Kecamatan Jejangkit berada pada :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Cerbon, Kabupaten Barito Kuala
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala
- Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Banjar
- Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala
Kecamatan Jejangkit yang terletak di Garis Khatulistiwa, termasuk daerah hujan tipe B yaitu iklim yang mempunyai 1 - 2 bulan kemarau dalam setahun. Temperatur rata - ratanya antara 25 – 27 derajat celcius, dengan suhu maksimum 27,500C (bulan Oktober) dan suhu minimum 26,500C (bulan juli). Sedangkan angka rata - rata hujan setiap tahunnya adalah 2,665 mm dengan 107 hari hujan.
Mata pencaharian penduduk Kecamatan Jejangkit sebanyak 90% adalah petani sawah dan kebun, 5 % Pedagang, 5 % Karyawan Industri/pegawai dan lain-lain. Potensi wilayah adalah Pertanian, Perkebunan, Perikanan (lokal air tawar) dan Ternak (puyuh dan unggas) dengan komoditas utama padi.